Wrap Up Pelaksanaan PM AAS Jawa Barat
Sukamandi, 5 Mei 2026 - Modernisasi pertanian padi bukan hanya soal menggunakan teknologi baru. Lebih dari itu, modernisasi membutuhkan pemahaman yang utuh bagaimana populasi tanaman diatur, bagaimana kebutuhan pupuk disiapkan, bagaimana hama dan penyakit dikendalikan, serta bagaimana petani dan kelompok tani didampingi agar sistem ini benar-benar berjalan di lapangan.
Pemahaman inilah yang menjadi dasar dalam pelaksanaan Program Modernisasi Pertanian Advanced Agricultural System atau PM AAS. Program ini dirancang sebagai pendekatan budidaya padi yang lebih intensif, presisi, dan terukur untuk menjawab kebutuhan peningkatan produksi di tengah berbagai tantangan pertanian saat ini.
Pelaksanaan PM AAS merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Menteri Pertanian dalam rangka peningkatan produksi padi seluas total 2.000 hektare secara nasional. Untuk wilayah Jawa Barat, akan dilaksanakan Pilot Project PM AAS seluas total 300 hektare, yang terdiri atas 200 hektare di Kabupaten Subang dan 100 hektare di Kabupaten Indramayu.
Dalam koordinasi pelaksanaan PM AAS Wilayah Jawa Barat, Kepala BRMP Padi menekankan bahwa PM AAS merupakan program strategis yang perlu dikawal secara serius. Peningkatan populasi tanaman memang berpotensi mendorong produktivitas, tetapi harus diikuti dengan pengelolaan budidaya yang lebih cermat, terukur, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Karena itu, PM AAS tidak cukup dipahami hanya sebagai pola tanam rapat. Program ini membutuhkan kesiapan sistem dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan teknis budidaya, mekanisasi pertanian, kebutuhan input, pendampingan petani, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Melalui sinergi lintas pihak, pelaksanaan PM AAS Jawa Barat diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong pertanian padi yang lebih modern, produktif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan masa depan. Sebab peningkatan produksi tidak cukup hanya dengan menambah tanam, tetapi membutuhkan sistem, teknologi, pendampingan, dan pemahaman teknis yang kuat di lapangan.